Kamis, 07 Mei 2026, 12:18:20 | Dibaca: 19
Rabu, (6/5) – Pemerintah Kota Medan menggelar rapat pembahasan percepatan pengendalian banjir di kawasan KIM dan Kolam Retensi Selayang yang dipimpin langsung Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di rumah dinas wali kota. Rapat tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Medan dalam memperkuat penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kota Medan, khususnya kawasan utara dan daerah yang berada di sekitar aliran sungai.
Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, didampingi Kepala Bidang Bina Konstruksi, Fakhrul. Selain jajaran Pemko Medan, rapat juga dihadiri perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II serta pihak PT KIM guna membahas percepatan pelaksanaan sejumlah program pengendalian banjir yang saat ini tengah berjalan.
Dalam rapat tersebut, dibahas progres pembebasan lahan di kawasan Sei Kera Hilir yang menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Pembebasan lahan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap proyek normalisasi sungai dalam program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang didanai oleh World Bank. Program tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mengurangi risiko banjir di Kota Medan, terutama akibat sedimentasi sungai, penyempitan aliran air, serta perubahan tata guna lahan yang terus berkembang di kawasan perkotaan.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan bahwa proyek pengendalian banjir ini memiliki dampak strategis bagi masyarakat. Menurutnya, kawasan yang terdampak program tersebut mencakup kurang lebih 1.800 hektare wilayah, termasuk daerah Medan bagian utara hingga kawasan Mabar yang selama ini kerap terdampak genangan saat intensitas hujan tinggi.
Pemko Medan juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak terkait lainnya agar proses percepatan dapat berjalan sesuai target. Koordinasi lintas instansi dinilai menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan teknis maupun administratif yang masih ditemui di lapangan, terutama berkaitan dengan pembebasan lahan dan penataan kawasan bantaran sungai.
Selain pembahasan terkait normalisasi sungai di Sei Kera Hilir, rapat turut menyoroti kesiapan pembangunan Kolam Retensi Selayang yang saat ini memasuki proses lanjutan. Pemerintah Kota Medan terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak guna memastikan tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik tanpa menghambat proses yang telah direncanakan sebelumnya.
Kolam Retensi Selayang nantinya diharapkan mampu menjadi salah satu solusi pengendalian debit air di kawasan sekitar, khususnya saat curah hujan tinggi. Keberadaan kolam retensi tersebut juga diproyeksikan dapat membantu mengurangi beban aliran drainase dan sungai di sejumlah titik rawan banjir di Kota Medan.
Dalam rapat tersebut, sejumlah kendala teknis dan persoalan kepemilikan lahan turut dibahas untuk segera dicarikan solusi bersama. Pemerintah Kota Medan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal percepatan pelaksanaan proyek agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, Pemko Medan optimistis program pengendalian banjir yang tengah dijalankan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan sistem pengelolaan air yang lebih baik, mengurangi risiko banjir, serta mendukung pembangunan kota yang lebih tertata dan berkelanjutan.